Sabtu, 21 Oktober 2017

Kisah Roel Mustafa, Si "Lelaki Seribu Janda"




Dari sekian banyak janda yang ditemui Mustafa, ada pengalaman yang membuat hatinya pilu. Dia melihat para janda harus banting tulang memulung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal tubuh renta mereka sudah tidak harusnya bekerja keras dari pagi hingga malam hanya untuk mencari sesuap nasi.

Biasanya Mustafa memberikan bantuan modal untuk mereka. Ada yang berjualan gorengan, mengemas kue lemper, berjualan nasi uduk hingga sate, sesuai dengan keahlian yang mereka miliki.

"Orang serenta mereka membuat saya sedih kalau lihat ada di jalanan. Akhinya saya dampingi, saya tanggungi, lama kelamaan ketika sudah kenal, baru kita modalin hingga akhirnya mereka berhenti memulung," ucap pengusaha restoran ini.

Lewat aksinya ini, Mustafa berharap akan semakin banyak janda tua yang dibantu, bukan hanya janda-janda muda yang diberi perhatian dan kasih sayang.

"Banyak lelaki-lelaki yang mapan, banyak pria-pria yang sudah punya uang berlebih, tetapi kadang-kadang suka, apa ya, menyimpan janda, janda muda. Saya pengin menginspirasi, kenapa enggak janda tua yang mereka simpan, nggak janda tua yang mereka kasih nafkah," katanya. 

"Akhirnya saya tulislah "Lelaki 1.000 Janda" dengan tagline menafkahi tidak harus menikahi," imbuh Mustafa.

Aksi Mustafa juga didukung oleh istri tercinta. Bukan cemburu yang didapat, Mustafa justu semakin membuat keluarganya bangga.

"Istri nggak ada istilah cemburu, ya karena sudah terbiasa dan tahu bahwa tujuannya bukan syahwat, malah membuat istri saya mendukung," katanya.

Kini setiap bulan, Mustafa selalu berkeliling mendatangi para janda binaannya dan membagikan sembako. Bukan hanya itu, bila ada janda yang sakit, dia dan tim dengan sigap mengantarkan janda ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Reporter: Adhim Mugni Mubarok


Disqus Comments